Jumat, 29 November 2013

Wayang Golek, Kesenian Sunda Bernilai Luhur

        Dalam perkembangan dunia seni dan budaya Indonesia, wayang merupakan salah satu bentuk kesenian yang begitu populer. Salah satu kesenian ini memang begitu populer mengingat cerita-cerita yang ditampilkan merupakan cerita-cerita yang begitu melegenda dalam masyarakat. Salah satu dari beragam jenis wayang adalah wayang golek yang merupakan kesenian khas daerah Jawa Barat. Keberadaan wayang golek memang tidak dapat lepas begitu saja oleh pendahulunya yakni wayang kulit. Meski belum diketahui secara jelas, namun wayang golek disinyalir merupakan turunan dari wayang kulit itu sendiri. Hal ini berawal dari Sunan Kudus yang pada tahun 1583 membuat wayang dari kayu dan kemudian disebut wayang golek.
      Pada dasarnya ada tiga jenis wayang golek yakni wayang golek cepak, wayang golek purwa dan wayang golek modern. Wayang golek cepak lebih dikenal di daerah Cirebon dengan mementaskan cerita babad dan legenda setempat. Wayang jenis ini juga disebut cepak karena permukaan wajahnya yang datar. Sementara wayang golek purwa merupakan wayang golek yang khusus membawakan cerita Mahabharata dan Ramayana. Uniknya penyampaian cerita Mahabarata yang kental akan nuansa Jawa diceritakan dalam bahasa Sunda. Sementara wayang golek modern layaknya wayang golek purwa namun pementasannya disesuaikan dengan kehidupan modern.
     Wayang golek dibuat dari kayu lame dengan cara diraut dan diukir hingga menyerupai bentuk yang diinginkan. Untuk menggambar bagian-bagian wajah serta motif digunakan cat. Proses ini merupakan proses yang sangat rumit dan penting karena warna akan menghasilkan karakter wayang yang nantinya akan dimainkan oleh para dalang. Biasanya warna wayang golek berputar pada warna dasar merah, putih, prada dan hitam.
      Wayang golek memang bukan sekedar kesenian yang indah untuk disaksikan. Lebih dari itu, wayang golek memiliki nilai-nilai luhur yang terdapat dalam masyarakat Sunda. Nilai-nilai yang dimanifestasikan dalam bentuk wayang tersebut menjadi kearifan lokal yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. Selain itu, wayang bagi para dalang, wayang juga menjadi instrumen penyampai pesan-pesan demi membangun nilai gotong royong dan keharmonisan masyarakat. Hal tersebut menjadi kewajiban para dalang dalam menjalankan warisan tradisi dan kesenian budaya Indonesia, melalui wayang golek ini.
 Photo courtesy of http://galeriwayanggolek.blogspot.com/

Sumber:

Ulasan Menurut Penulis
    Satu dari warisan kebudayaan khas Jawa Barat yaitu wayang golek. Boneka kayu ini dimainkan oleh dalang dan tidak dapat dipisahkan dari grup yang memainkan gamelan. Kebudayaan ini dulu sangat populer. Kehadiran Wayang Golek di tengah masyarakat menjadi sarana yang menghibur masyarakat. Namun kini pagelaran wayang golek sudah semakin langka dan sdah jarang dipentaskan. Tentu kita tidak ingin jika kesenian wayang golek ini semakin terkikis oleh perkembangan zaman yang telah menghancurkan nilai warisan dan budaya Indonesia. Wayang Golek ini perlu kita jaga, pelihara dan kita junjung tinggi nilai budayanya. Budaya bukan hanya untuk dinikmati, tetapi cobalah untuk dipelajari, karena sekarang mulai sedikit masyarakat yang bisa memainkan wayang golek, budaya itu akan hilang dan tidak akan bisa dinikmati lagi jika tidak ada yg memainkannya.

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR (7) 
NAMA: Novi Amanda Igasenja
KELAS: 1ID07
NPM: 36413516

Tidak ada komentar:

Posting Komentar